Minggu, 30 Mei 2021

Refleksi Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara

FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA



KHD membedakan antara pendidikan dan pengajaran. Menurut KHD, pengajaran (Onderwijs) adalah bagian dari pendidikan. Pengajaran merupakan prose pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. 

Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunanterhadap segala kekuatan kodrat yang di miliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia maupun anggota masyarakat

Jadi Menurut KHD, Pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya.

Pendidikan tempat persemaian benih-benih kebudayaa dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang ebradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan dan diwariskan.

Pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai konsep pendidikan yang memerdekakan mencakup :

  • Kemandirian
  • Kemerdekaan 
  • Kodrat Alam
  • Kodrat Zaman
  • Asas Trikon
  • Patrap Triloka
Pemikiran pendidikan KHD ini didasari dari berbagai referensi pendidikan dari Montessori (Italia), Frederich Frobe, dan Rabindranath Tagore (India).
Pendidikan yang memerdekakan adalah pendidikan dimana anak dapat belajar bersama dengan diberikan kesempatan untuk menemukan dan menentukan tujuan belajarnya sesuai kodrat manusia. 
Tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masayarakat. 
Oleh karena itu pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. 
Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. (Tanaman jagung yang tidak berkualitas dan yang berkualitas).
Dalam proses menuntu, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai "Pamong" dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.Seorang "pamong" dapat memberikan "tuntunan" agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

Sejalan dengan patrap Triloka KHD, yaitu :
  • Ing ngarso sung tuladha (di depan memberi teladan /contoh)
  • Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun prakarsa/semangat)
  • Tut Wuri Handayani (dari belakang memberi dukungan)

Secara garis besar filosofi pendidikan KHD adalah sebagai berikut :
  • Pendidikan adalah tempat bersemayamnya benih-benih kebudayaan.Pendidikan dan kebudayaan memiliki konektivitas. Untuk mewujudkan kebudayaan yang dicita-citakan atau peradaban yang didambakan, Pendidikan adalah Pondasinya. Pekerjaan pendidikan bukan sekedar persoalan anak pergi kesekolah, ujian dengan nilai baik dan sebagainya tetapi merupakan pekerjaan untuk menjemput kebudayaan yang dicita-citakan. Dengan kata lain pekerjaan untuk membentuk peradaban.

  • Inti dari filsafat pendidikan KHD adalah perubahan. Kebudayaan dan pendidikan memilik hubungan dengan perubahan. Kebudayaan tidak boleh statis harus bergerak dalam upaya memelihara kebudayaan, kebudayaan harus terus bergerak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Demikan pula pendidikan, tidak boleh statis, pendidikan harus bergerak sesuai zamannya. Di dalam Kebudayaan tidak ada yang sama dan tidak bisa disamakan. Ketika terjadi pertukaran kebudayaan bukan untuk disamakan tetapi untuk menguatkan identitas dari masing-masing kebudayaan.Dalam filosofi KHD sumbunya kebudayaan adalah nilai-nilai kemanusiaam. Esensinya nilai-nilai kemanusiaan ini berlaku baik di Indonesia maupun negara-negara di dunia. Pendidikan pun juga sama, anak tidak pernah ada yang sama. Fitra dari penciptaan Yang Maha Kuasaadalah keberagaman. Menurut KHD, biarkanlah anak memiliki keunikannya masing-masing. Ibarat planet yang bergerak dengan kecepatannya sendiri-sendiri dan bergerak sesuai dengan orbitnya masing-masing. Semua bergerak sesuai dengan sumbu yang sudah diatur, begitu juga dengan anak, semua tidak bisa dipaksakan (pendidikan yang memerdekakan).

  • Relevansi pemikiran-pemikiran KHD terhadap Transformasi pendidikan sekarang .                        Filosofi KHD adalah filosofi perubahan. Dimana dalam hal ini ada 3 kerangka perubahan Ki Hajar, yaitu :
  1. Kodrat Keadaan, yaitu ada 2 
  • kodrat alam (menyangkut alam, tempat dimana masyarakat itu berada) yang membentuk sebuah kebudayaan, kebiasaan sebuah masyarakat.
  • kodrat zaman (masing-masing zaman memiliki tantangan sendiri-sendiri)
    2. Prinsip melakukan perubahan, yang mengacu pada asas trikon yakni :
  • Kontinuitas (menjaga nilai utama masyarakat)
  • Konvergensi (Perubahan yang kita lakukan harus menuju titik yang memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, artinya pendidikan harus memanusiakan dan memperkuat kemanusiaan kita).
  • Konsentris (walaupun menuju pada nilai-nilai yang sama tetapi kita tetap menghargai keragaman yang ada. Oleh karen itu pendidikan harus menghargai keunikan karena itu juga pendidikan harus memerdekakan).
    3. Apa yang berubah
  • yang berubah adalah budi pekerti. Budi itu cipta (pikiran), rasa (perasaan) dan karsa (kemauan) dan Pekerti adalah raga / tenaga. 
  • Dalam filosofi Pendidikan KHD ketiga hal tersebut harus seimbangdalam perubahan. 
  • Ada olah cipta, untuk menajamkan pikiran, Olah rasa untuk menghaluskan perasaan, dan Olah Karsa untuk memperkuat kemauan. Dan Olah Raga (pekerti) menyehatkan jasmani. Sehingga pendidikan haruslah holistik, seimbang tidak bisa timpang dan ini akan membawa pada kesempurnaan budi pekerti, yang pada akhirnya membawa pada kebijaksanaan. 

0 komentar:

Posting Komentar