Simposium AGSI 22-24 Jogyakarta

Para Penari dari siswa siswi Jogyakarta

Dewan Guru SMANSA Biak Kota

Seluruh Bapak Ibu Guru SMA Negeri 1 Biak Kota dan Staf TU

Wisuda SMANSA Biak Kota di Gedung Tongkonan Toraja

Foto Bersama Siswa Siswi Kelas XII IPS 1

Selasa, 30 Juli 2019

Materi workshop 25-27 Juli 2019 SMANSA BIAK

WORKSHOP 25-27 JULI 2019 SMANSA BIAK

Rabu, 24 Juli 2019

Pemanfaatan Media Sosial dan Aplikasi dalam pembelajaran

Pemanfaatan Media Sosial dan Aplikasi dalam Pembelajaran di SMA Negeri 1 Biak Kota

Selasa, 23 Juli 2019

SADAR 96 Rabu, 24 Juli 2019



*SADAR 96*
*KANVAS CERIA DI UJUNG JARI*

Banyak sekali tool teknologi yang bisa membuat kelas menjadi ruang yang menyenangkan dengan mata berbinar dan ketawa lepas dari siswa. Kelas bukan ruang mengekang kreativitas siswa, justru sebaliknya, inovasi dan ketrampilan berpikir sangat memungkinkan dikembangkan guru melalui tool IT. Animasi yang menghibur serta sarat makna tentu akan membuat pembelajaran lebih beemakna dan mengesankan.

Flipaclip salah satu tool animasi kartun yang hanya memerlukan ketrampilan menggambar dengan tangan di tablet. Layar tablet ibarat kanvas yang digunakan untuk menggambar pakai pen atau jari lalu dianimasikan sehingga menjadi tayangan pembelajaran yang mengasyikkan. Konten-konten materi pembelajaran juga bisa dikembangkan untuk kreativitas siswa. Bayangkan jika siswa ditugaskan membuat kartun pembelajaran penuh animasi dengan flipaclip, emejing banget toh.

Melihat tayangan flipaclip di youtube buat saya sangat tertarik untuk segera menerapkan bersama siswa sambil memberi materi dan berkreasi, penasaran banget karena saya belum pernah mencoba. Apakah anda sudah mencoba ? Atau masih level penasaran seperti saya ?. Mari tuntaskan Rabu Malam nanti, 24 Juli 2019 mulai pukul 19.15 WIB bersama SADAR edisi 96 yang akan menghadirkan pakar animasi kartun dari SMAN 4 Kendari, *Pak Muhammad Syahrani*. Pasti materi ini cetar membahana. Mari berdiskusi sambil belajar bersama kami yang nantinya dipandu oleh *Bu Siti Zakia* dari SMKN 2 Tebing Tinggi.

Luangkan memori hape anda, install *flipaclip* dari playstore. Sambil menikmati coklat hangat, akses SADAR IGI edisi 96 melalui :

Klik www.webex.com atau http://gg.gg/sadar96
Meeting Number : 577 955 378
Password : 12345

Kami tunggu hadirnya anda dan ceria bersama

SADAR IGI ; Tayangan Edukasi Menginspirasi Negeri

Koordinator SADAR IGI

Khairuddin

Pembuatan Infografis dengan Postermywall




Jumat, 19 Juli 2019

Kopi Kalimantan

VCT3 KTe Santi Oktavia:
Assalamualaikum
Selamat Pagi.....Selamat Siang......Selamat Sore......Selamat Malam......
Untuk kesekian kalinya Kopi Kalimantan hadir
Menghangatkan suasana Jumat malam dilangit Borneo
Kali ini menampilakn duet fantastis dari 2 pulau Indonesia
Kalimantan dan Sumatera
Membuktikan bahwa tanpa tol laut kita mampu menjembatani rindu
Di langit Indonesia

Paling enak ketupat ketan
Dimakan dengan rendang enaknya
Pemateri pak Khairudin nan tampan
Kota Aceh kediamannya

Senin sampai jumat kita kekantor
Sabtu dan minggu pergi wisata
Muhammad Haiz sang moderator
Kota waringintimur jejak tapaknya

Mawar itu wangi baunya
Bunga tercantik dari semuanya
Cek Gu Wulan nan cantik jelita
Jadi moderatornya

Dicatat tanggal Show nya
*Jumat, 19 Juli 2019*
*19.30 – 22.30 Wib*
_Room Kopi Kalimantan_
*Meeting number: 578 865 523*
*Meeting password: 12345*
*Shorten URL : http://bit.ly/kopkal-190719*

Rabu, 17 Juli 2019

SARASEHAN DALAM JARINGAN (SADAR) 95

Sadar


*SADAR 95*
*VISUALISASI MENUNTUN JARI*

Dalam salahsatu buku Best Seller Quantum Learning dijelaskan bahwa kita memiliki setidaknya 3 Gaya Belajar, Visual, Auditorik dan Kinestetik. Beberapa referensi lainnya menambahkan menjadi Gaya Belajar Global dan Analitik. Ciri-ciri dari gaya belajar tersebut memiliki khas tersendiri yang pada akhirnya bermuara pada bagaimana pencapaian kecakapan seseorang terakselarasi jika memahami gaya belajar. Orang visual biasanya sangat fokus pada bacaannya tanpa terganggu suara yang datang, imajinasi bacaannya melampaui suasana sedang berlangsung. Sementara pembelajar auditorik sangat terbantu dengan penjelasan verbal, kurang senang membaca karena lebih memahami penjelasan dari seseorang secara detil. Pembelajar kinestetik mudah memahami sesuatu melalui hands on, penjelasan yang disertai dengan gerakan langsung.

Video tutorial salah satu media yang memudahkan dalam pembelajaran. Video tutorial sangat membantu ketiga gaya belajar di atas, mengintegrasikan ketiga gaya belajar di atas dalam satu tayangan yang singkat, padat dan jelas. Pembelajar visual terbantu dengan anotasi pada video. Penjelasan narator pada video juga sangat membantu pembelajar auditorik serta gerakan tutorial oleh creator video sangat membantu pembelajar kinestetik untuk mengikuti langkah-langkah visualisasi pembelajaran. Bahkan pembelajar dengan gaya analitik dapat menonton tayangan sambil menganalisis fenomena atau konsep pembelajaran dari konten video.

Guru dan banyak pembelajar sesungguhnya sangat terbantu dengan hadirnya kanal-kanal video tutorial di youtube, baik yang sifatnya tutorial teknologi sampai langkah-langkah membina karakter siswa. Video tutorial edukasi harus digalakkan di dunia maya seiring dengan remaja milenial yang menggandrungi konten youtube yang kurang edukatif semisal prank dan sejenisnya. Remaja milenial sesungguhnya tidak terlalu bersalah, karena guru masih jarang mengupload video edukasi yang bermanfaat dan memikat pelajar.

Selain berguna membantu sebagai media pembelajaran, video tutorial dapat juga diinsersi pada buku digital, sehingga buku digital lebih interaktif dan berdaya guna lebih mengarahkan isi bacaan secara praktikal. SADAR 95 mempersembahkan proses pembuatan video tutorial mudah dan praktis, menghadirkan narasumber yang cakap dalam pembuatan video tutorial, Bapak *Subhan S.Pd., MM* dari SMPN 1 Depok Jawa Barat, dipandu oleh Guru SDN No. 205/11 Bangun Harjo Jambi, Bapak *Arif Arba'i, S.Pd*.

Bergegaslah segera masuk room pada Rabu tanggal 17 Juli 2019 mulai pukul 19.30 WIB. Ambillah kursi lebih cepat dari jam tersebut, karena pada SADAR edisi lalu banyak pemirsa yang gagal masuk berhubung kursi di dalam room sudah terpenuhi lebih dari 240 audience. Saya sendiri bahkan harus menatap nanar saat ditolak dan harus berdiri di luar room karena telat masuk room. Kadang WebEx begitu tega, mereka tidak kenal koordinator SADAR IGI 😅.

Mari berdiskusi bersama kami, arahkan jari anda menari di komputer mengikuti tutorial dalam tayangan nanti. Begabung dengan cara :

Masuk room lewat www.webex.com atau bit.ly/SADAR-95
Meeting Number 579 616 415
Password 12345

SADAR IGI ; Tayangan Edukasi Menginspirasi Negeri


Koordinator SADAR IGI

Khairuddin

Selasa, 16 Juli 2019

VCT Bacht 5 Papua

SIAP MENJADI PROFESIONAL dan KATALISATOR EDUKASI MILENIAL yang CERDAS, LITERAT, REVOLUSIONER, INOVATIF dan INSPIRATIF di ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0


VCT Bacht 5 Papua

*Salam Edukasi
*Salam Milenial
*Salam Literasi

Berani dan percaya diri menjadi profesional edukasi milenial yang cerdas, literat, revolusioner, inovatif dan inspiratif di era abad 21 bukanlah hal yang mustahil lagi di zaman now. Media digital yang mengglobal telah menjadi satu kebutuhan primer eksklusif bagi semua kalangan, terutama bagi dunia pendidikan tanpa memandang status.

Salah satu bakti untuk bangsa yang dipersembahkan oleh #Kemendikbud, #SEAMEO dan #Seamolec dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 adalah program _Virtual Coordinator Training_ (VCT) atau pelatihan mengelola virtual training online. Kesempatan spesial ini, terbuka untuk #guru, #kepala_sekolah, #pengawas, #dosen, #mahasiswa dan #praktisi_pendidikan untuk menyongsong era Revolusi Industri 4.0.

Kehadiran VCT sangat berperan penting, kontributif, signifikan dan menjadi rona inspirasi yang inovatif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia  dan pengembangan SDM yang profesional, mumpuni, kapabel
dan integreted.

Untuk menjawab tantangan ini, dibuka kembali Program *_Virtual Coordinator Indonesia (VCI) Batch 5 se-Indonesia._

*MATERI PELATIHAN*
1⃣ Teknik membuat daftar hadir digital dan digital _flyer_ hingga shorteenlink.
2⃣ Teknik membuat _QR code_.
3⃣ Teknik menulis #narasi kegiatan.
4⃣ Mengkreasi dan mengelola _room webex_
5⃣ Membuat Presentasi _on line._
6⃣ Teknik  menjadi #host, #moderator dan #presenter.
7⃣ Praktik sebagai #host, #moderator dan #presenter.
8⃣ Merekam dan mengunggah kegiatan pelatihan pada _youtube channel_ dan sosial media lainnya.

*MANFAAT PELATIHAN*
1⃣ Menambah wawasan, ilmu,  pengetahuan, dan keterampilan/skils.
2⃣ Mahir menggunakan _teleconference_  dengan _webex_ sehingga dapat berkomunikasi secara virtual dalam pembelajaran, koordinasi dalam KKG, MGMP, MKKS, dan Dinas yang terzona dengan efektif dan efisien.
3⃣ Mendapatkan sertifikat 39 jp dari SEAMEO.
4⃣ Berkesempatan menjadi Instruktur pada pelatihan VCT selanjutnya.

*PERSYARATAN PESERTA*
1⃣ Siap berkolaborasi untuk belajar dan berbagi pengetahuan.
2⃣ Memiliki nomor WhatsApp aktif.
3⃣ Memiliki laptop/tablet/hp android.
4⃣ Memiliki jaringan internet yang stabil.
5⃣ Dapat mengoperasikan komputer dan perangkat lunak browser.
_____________________
*Pendaftaran         : 11~31 Juli 2019
*Link Pendaftaran : https://vct.smkn1klk.sch.id
_____________________
*NARAHUBUNG KORNAS:*
~ _Alfian Sutrisna
    *_(081235149719_*
~ _Srikandi Poncowati
    *_(08124150750)_*
~ _Erlin_
     *_(081385182845)_*

Ajaklah teman-teman untuk daftar!!
Bersama kita maju, menghebatkan
kompetensi diri, demi generasi bangsa💪📡📲🖥🎓📚💎🇮🇩
____________________

 _Salam,_

Pendaftaran VCT Bacht 5 (Bali, NTB, NTT, Papua & Papua Barat)


Pendaftaran VCT Batch 5 (Bali, NTB, NTT, Papua Barat dan Papua)

VCT Bacht 5 Seameo


Selamat Datang,

Era revolusi industri 4.0 membawa dampak pada dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital dalam dalam proses pembelajaran, penyelesaian berbagai tugas, dan peningkatan kompetensi guru, tak bisa lepas dari arus perkembangan informasi dan teknologi. Menghadapi tantangan tersebut, guru sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan dituntut untuk siap berubah dan beradaptasi. Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 5 merupakan kegiatan dari SEAMEO hadir kembali menyapa guru dan siapa pun yang ingin belajar dan mengikuti perkembangan yang ada. Dengan mengikuti kegiatan pelatihan VCT Batch 5 kita akan tergabung dalam sebuah sistem pelatihan online menggunakan aplikasi webex tanpa batas ruang dan waktu.
Apa yang akan dipelajari dalam pelatihan VCT?
  • Membuat pendaftaran online, flyer digital, dan presensi online.
  • Teknik menulis narasi kegiatan yang menarik.
  • Mengkreasi dan mengelola room webex.
  • Menjadi Presenter, Host dan Moderator
  • Merekam dan mengupload kegiatan pelatihan pada chanel youtube.

Apa syarat mengikuti kegiatan pelatihan VCT?
  • Mempunyai kemauan untuk belajar dan berbagi.
  • Memiliki laptop/tablet/ HP android.
  • Ada jaringan internet yang stabil.
  • Bisa mengakses internet.

Apa yang akan didapatkan setelah lulus dalam pelatihan VCT?

  • Mampu mengelola room webex untuk menunjang proses pembelajaran dan kepentingan tugas yang lain.
  • Mendapatkan wawasan, ilmu, dan pengetahuan baru dari peserta pelatihan yang lain melalui kegiatan presentasi dalam room webex.
  • Mendapatkan sertifikat lulus dari SEAMEO 39 JP
  • Mendapatkan kesempatan menjadi instruktur pelatihan VCT selanjutnya.

Pastikan pada smartphone/HP anda memiliki aplikasi "Telegram".


kunjungi official resmi VCT Bacht 5 di https://vct.smkn1klk.sch.id

Pertemuan Akbar 16 Jui 2019

PERTMUAN AKBAR MASYARAKAT KABUPATEN BIAK NUMFOR DI HANGGAR LANUD MANUHUA Selasa, 16 Juli 2019

pertemuan akbar pemerintah kabupaten Biak Numfor
Sebagai inisiator pelaksanaan Pertemuan Akbar, Bupati Biak, Herry Ario Naap bersama para sesepuh dan narasumber menabuh tifa tanda dibukanya pertemuan, Selasa (16/7/2019), di Hanggar Lanud Manuhua.

Semua anak - anak Biak punya potensi dan kita yang memulai peradaban, namun harus diakui hingga sekarang sudah ada di zona degradasi, bahkan nilai BABEOSER hilang, sehingga saya pertanyakan bagi anak-anak Biak, di manakah BABEOSER kita, tanya Bupati Herry Naap.

Lewat pertemuan akbar inilah, kita datang duduk, bicara bersama, berikan saran kritik, terutama intelektual supaya menjadi komitmen bersama untuk dikerjakan, khususnya dalam estafet birokrasi, kata Bupati Herry.

Lebih lanjut disinggung Herry atas kinerja DPRD, OPD,  TNI-POL, para Kepala Distrik, Lurah, Kampung, hingga LMA dan KKB.
"Banyak pembangunan dilakukan TNI-POL, apa ada manfaatnya, apakah anak Biak sudah diperhatikan menjadi perwira dan lainnya".

Untuk KKB dan LMA harus bersatu dan sehati dulu supaya menjadi contoh bagi masyarakat adat dan orang lain, karena kalau para tokoh adat tidak bersatu maka masyarakatpun akan ikut berlaku demikian.

Naap juga mempertanyakan status dari KKB dan LMA, baik untuk kantornya hingga peran dan aktivitas yang dikerjakan dari waktu ke waktu, sehingga mampu berdampingan dengan pemerintah daerah dalam membangun Biak Numfor.

Sebelumnya, dalam laporan Ketua Panitia Judi Wanma iyakan antusias kehadiran peserta dalam pertemuan akbar melebihi target awal yang diperkirakan 2000 orang.

Usai dibuka, pemateri langsung mempresentasikan, diawali dengan sejarah pemerintahan Biak Numfor oleh Pdt. Hans Wanma,  Antropologi karakteristik dan budaya suku Byak oleh DR. Yos Mansoben, sedangkan Kajian SDM orang Biak dari Suriel Mofu, dan Bupati Herry tentang visi misinya.

Tidak hanya penyampaian materi, tapi akan dilanjutkan dengan pembagian 6 komisi atau komunitas : pemerintahan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, pariwisata, perikanan, dan kesehatan untuk dibahas dan memperoleh masukan sebagai rekomendasi.

Pada pertemuan akbar masyarakat Biak akan menghadirkan mantan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia, Manuel Kaisiepo, serta Michael Menufandu (mantan dubes Kolombia) serta Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Yohana Yembise

Jumat, 12 Juli 2019

RPP SEJARAH INDONESIA KELAS X

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X

Silabus Sejarah Indonesia Kelas XII

SILABUS SEJARAH INDONESIA KELAS XII SEMSTER GANJIL

Silabbus Sejarah Indonesia Kelas XI

SILABUS SEJARAH INDONESIA KELAS XI

Silabus Sejarah Indonesia Kelas X

SILABUS SEJARAH INDONESIA KELAS X

Manusia Purba

 Mengenal Manusia Purba

manusia purba


 Mengamati lingkungan Pernahkah kamu mendengar tentang Situs Manusia Purba Sangiran? Kini Situs Manusia Purba Sangiran telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia, tentu ini sangat membanggakan bangsa Indonesia. Pengakuan tersebut tentu didasari berbagai pertimbangan yang kompleks. Satu di antaranya karena di wilayah tersebut tersimpan ribuan peninggalan manusia purba yang menunjukkan proses kehidupan manusia dari masa lalu. Sangiran telah menjadi sentral bagi kehidupan manusia purba. Berbagai penelitian dari para ahli juga dilakukan di sekitar Sangiran. Beberapa temuan fosil di Sangiran telah mendorong para ahli untuk terus melakukan penelitian termasuk di luar Sangiran. Dari Sangiran kita mengenal beberapa jenis manusia purba di Indonesia. Setelah ditetapkan sebagai warisan dunia, Situs Manusia Purba Sangiran dikembangkan sebagai pusat penelitian dalam negeri dan luar negeri, serta sebagai tempat wisata. Selain itu Sangiran juga memberi manfaat kepada masyarakat di sekitarnya, karena pariwisata di daerah tersebut. Gambar 1.5 Litologi, Stratigrafi dan Lingkungan Purba Sangiran Sumber : Direktorat Geografi Sejarah. 2009. Atlas Prasejarah Indonesia Masa Islam, Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Semester 1 Sejarah Indonesia 19 Untuk memahami jenis dan ciri-ciri manusia purba di Indonesia mari kita telaah bacaan berikut ini. „ Memahami Teks Peninggalan manusia purba untuk sementara ini yang paling banyak ditemukan berada di Pulau Jawa. Meskipun di daerah lain tentu juga ada, tetapi para peneliti belum berhasil menemukan tinggalan tersebut atau masih sedikit yang berhasil ditemukan, misalnya di Flores. Di bawah ini akan dipaparkan beberapa penemuan penting fosil manusia di beberapa tempat. 1. Sangiran Perjalanan kisah perkembangan manusia di dunia tidak dapat kita lepaskan dari keberadaan bentangan luas perbukitan tandus yang berada di perbatasan Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Lahan itu dikenal dengan nama Situs Sangiran. Di dalam buku Harry Widianto dan Truman Simanjuntak, Sangiran Menjawab Dunia diterangkan bahwa Sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari Kala Pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di Indonesia, dan bahkan di Asia. Lokasi tersebut merupakan pusat perkembangan manusia dunia, yang memberikan petunjuk tentang keberadaan manusia sejak 150.000 tahun yang lalu. Situs Sangiran itu mempunyai luas delapan kilometer pada arah utara-selatan dan tujuh kilometer arah timur-barat. Situs Sangiran merupakan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di bagian puncaknya. Kubah raksasa itu diwarnai dengan perbukitan yang bergelombang. Kondisi deformasi geologis itu menyebabkan tersingkapnya berbagai lapisan batuan yang mengandung fosil-fosil manusia purba dan binatang, termasuk artefak. Berdasarkan materi tanahnya, Situs Sangiran berupa endapan lempung hitam dan pasir fluvio-vulkanik, tanahnya tidak subur dan terkesan gersang pada musim kemarau.


  1. SANGIRAN 


Sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C. Schemulling tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari Kalioso, bagian dari wilayah Sangiran. Semenjak dilaporkan Schemulling situs itu seolah-olah terlupakan dalam waktu yang lama. Eugene Dubois juga pernah datang ke Sangiran, akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan di wilayah Sangiran. Pada 1934, Gustav Heindrich Ralph von Koeningswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar dua km di barat laut kubah Sangiran. Artefak litik itulah yang kemudian menjadi temuan penting bagi Situs Sangiran. Semenjak penemuan von Koeningswald, Situs Sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan-penemuan fosil Homo erectus secara sporadis dan berkesinambungan. Homo erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo sapiens, manusia modern. Situs Sangiran tidak hanya memberikan gambaran tentang evolusi fisik manusia saja, akan tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang evolusi budaya, binatang, dan juga lingkungan. Beberapa fosil yang ditemukan dalam seri geologis-stratigrafis yang diendapkan tanpa terputus selama lebih dari dua juta tahun, menunjukkan tentang hal itu. Situs Sangiran telah diakui sebagai salah satu pusat evolusi manusia di dunia. Situs itu ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Dunia pada 1996, yang tercantum dalam nomor 593 Daftar Warisan Dunia (World Heritage List) UNESCO. Sumber: Harry Widianto dan Truman Simanjuntak. 2011. Sangiran Menjawab Dunia (Edisi Khusus). Jawa Tengah: Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Gambar 1.7 Sertifikat the Sangiran early man Gambar 1.6 Von Koeningswald. Sumber: Phillip V. Tobias, Paläontologische Zeitschrift, December 1983, Volume 57. Semester 1 Sejarah Indonesia 21 Perhatikan baik-baik gambar fosil manusia purba di samping, fosil itu juga disebut sebagai Sangiran 17 sesuai dengan nomor seri penemuannya. Fosil itu merupakan fosil Homo erectus yang terbaik di Sangiran. Ia ditemukan di endapan pasir fluvio-volkanik di Pucang, bagian wilayah Sangiran. Fosil itu merupakan dua di antara Homo erectus di dunia yang masih lengkap dengan mukanya. Satu ditemukan di Sangiran dan satu lagi di Afrika. 2. Trinil, Ngawi, Jawa Timur Sebelum penemuannya di Trinil, Eugene Dubois mengawali temuan Pithecantropus erectus di Desa Kedungbrubus, sebuah desa terpencil di daerah Pilangkenceng, Madiun, Jawa Timur. Desa itu berada tepat di tengah hutan jati di lereng selatan Pegunungan Kendeng. Pada saat Dubois meneliti dua horizon/lapisan berfosil di Kedungbrubus ditemukan sebuah fragmen rahang yang pendek dan sangat kekar, dengan sebagian prageraham yang masih tersisa. Prageraham itu menunjukkan ciri gigi manusia bukan gigi kera, sehingga diyakini bahwa fragmen rahang bawah tersebut milik rahang hominid. Pithecantropus itu kemudian dikenal dengan Pithecantropus A. Trinil adalah sebuah desa di pinggiran Bengawan Solo, masuk wilayah administrasi Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tinggalan purbakala telah lebih dulu ditemukan di daerah ini jauh sebelum von Koeningswald menemukan Sangiran pada 1934. Ekskavasi yang dilakukan oleh Eugene Dubois di Trinil telah membawa penemuan sisa-sisa manusia purba Gambar 1.8 Fosil Manusia Purba yang ditemukan di Sangiran Sumber : Dok. Harry WIdianto Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Saingiran. Gambar 1.9 Fosil-fosil temuan di Kedungbrubus Sumber : Harry Widianto dan Truman Simanjuntak. 2011. Sangiran Menjawab Dunia (Edisi Khusus). Jawa Tengah: Balai Pelastarian Situs Manusia Purba Sangiran. 22 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi Semester 1 yang sangat berharga bagi dunia pengetahuan. Penggalian Dubois dilakukan pada endapan alluvial Bengawan Solo. Dari lapisan ini ditemukan atap tengkorak Pithecanthropus erectus, dan beberapa buah tulang paha (utuh dan fragmen) yang menunjukkan pemiliknya telah berjalan tegak. Tengkorak Pithecanthropus erectus dari Trinil sangat pendek tetapi memanjang ke belakang. Volume otaknya sekitar 900 cc, di antara otak kera (600 cc) dan otak manusia modern (1.200-1.400 cc). Tulang kening sangat menonjol dan di bagian belakang mata, terdapat penyempitan yang sangat jelas, menandakan otak yang belum berkembang. Pada bagian belakang kepala terlihat bentuk yang meruncing yang diduga pemiliknya merupakan perempuan. Berdasarkan kaburnya sambungan perekatan antartulang kepala, ditafsirkan inividu ini telah mencapai usia dewasa. Selain tempat-tempat di atas, peninggalan manusia purba tipe ini juga ditemukan di Perning, Mojokerto, Jawa Timur; Ngandong, Blora, Jawa Tengah; dan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah. Temuan berupa tengkorak anak-anak berusia sekitar 5 tahun oleh penduduk yang sedang membantu penelitian Koeningswald dan Duyfjes perlu untuk dipertimbangkan. Temuan itu menjadi bahan diskusi yang menarik bagi para ilmuwan. Metode pengujian penanggalan potasium-argon yang digunakan oleh Tengku Jakob dan Curtis terhadap batu apung yang terdapat disekitar fosil tengkorak itu menunjukkan angka 1,9 atau kurang lebih 0,4 juta tahun. Pengujian juga dilakukan dengan mengambil sampel endapan batu apung dari dalam tengkorak dan menunjukkan angka 1,81 juta tahun. Hasil uji penanggalan-penanggalan tersebut menjadi perdebatan para ahli dan perlu untuk dikaji lebih lanjut. Gambar 1.10 Eugene Dubois banyak mengabadikan hidupnya untuk menggali fosil manusia purba Sumber : Harry Widianto dan Truman Simanjuntak. 2011. Sangiran Menjawab Dunia (Edisi Khusus). Jawa Tengah: Balai Pelastarian Situs Manusia Purba Sangiran. Semester 1 Sejarah Indonesia 23 Bila penanggalan itu benar, maka tengkorak anak Homo erectus dari Perning, Mojokerto ini merupakan individu Homo erectus tertua di Indonesia. Adakah diantara kamu yang tertarik untuk melakukan pengujian ini? Temuan Homo erectus juga ditemukan di Ngandong, yaitu sebuah desa di tepian Bengawan Solo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tengkorak Homo erectus Ngandong berukuran besar dengan volume otak rata-rata 1.100 cc. Ciri-ciri ini menunjukkan Homo erectus ini lebih maju bila dibandingkan dengan Homo erectus yang ada di Sangiran. Manusia Ngandong diperkirakan berumur antara 300.000-100.000 tahun. Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli, dapatlah direkonstruksi beberapa jenis manusia purba yang pernah hidup di zaman pra-aksara. 1. Jenis Meganthropus Jenis manusia purba ini terutama berdasarkan penelitian von Koeningswald di Sangiran tahun 1936 dan 1941 yang menemukan fosil rahang manusia yang berukuran besar. Dari hasil rekonstruksi ini kemudian para ahli menamakan jenis manusia ini dengan sebutan Meganthropus paleojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Jenis manusia purba ini memiliki ciri rahang yang kuat dan badannya tegap. Diperkirakan makanan jenis manusia ini adalah tumbuhtumbuhan. Masa hidupnya diperkirakan pada zaman Pleistosen Awal. 2. Jenis Pithecanthropus Jenis manusia ini didasarkan pada penelitian Eugene Dubois tahun 1890 di dekat Trinil, sebuah desa di pinggiran 24 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi Semester 1 Bengawan Solo, di wilayah Ngawi. Setelah direkonstruksi terbentuk kerangka manusia, tetapi masih terlihat tanda-tanda kera. Oleh karena itu jenis ini dinamakan Pithecanthropus erectus, artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini juga ditemukan di Mojokerto, sehingga disebut Pithecanthropus mojokertensis. Jenis manusia purba yang juga terkenal sebagai rumpun Homo erectus ini paling banyak ditemukan di Indonesia. Diperkirakan jenis manusia purba ini hidup dan berkembang sekitar zaman Pleistosen Tengah. 3. Jenis Homo Fosil jenis Homo ini pertama diteliti oleh von Reitschoten di Wajak. Penelitian dilanjutkan oleh Eugene Dubois bersama kawan-kawan dan menyimpulkan sebagai jenis Homo. Ciri-ciri jenis manusia Homo ini muka lebar, hidung dan mulutnya menonjol. Dahi juga masih menonjol, sekalipun tidak semenonjol jenis Pithecanthropus. Bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan manusia sekarang. Hidup dan perkembangan jenis manusia ini sekitar 40.000 – 25.000 tahun yang lalu. Tempat-tempat penyebarannya tidak hanya di Kepulauan Indonesia tetapi juga di Filipina dan Cina Selatan. Homo sapiens artinya ‘manusia sempurna’ baik dari segi fisik, volume otak maupun postur badannya yang secara umum tidak jauh berbeda dengan manusia modern. Kadang-kadang Homo sapiens juga diartikan dengan ‘manusia bijak’ karena telah lebih maju dalam berpikir dan menyiasati tantangan alam. Bagaimanakah mereka muncul ke bumi pertama kali dan kemudian menyebar dengan cepat ke berbagai penjuru dunia hingga saat ini? Para ahli paleoanthropologi dapat melukiskan perbedaan morfologis antara Uraian mengenai jenis-jenis manusia ini selengkapnya dapat juga dibaca pada buku Harry Widianto dan Truman Simanjuntak, Sangiran Menjawab Dunia Gambar 1.11 Tengkorak Pithecanthropus erectus yang ditemukan di Trinil Sumber : Taufik Abdullah dan A.B Lapian (ed). 2012. Indonesia Dalam Arus Sejarah. jilid 1. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Semester 1 Sejarah Indonesia 25 Homo sapiens dengan pendahulunya, Homo erectus. Rangka Homo sapiens kurang kekar posturnya dibandingkan Homo erectus. Salah satu alasannya karena tulang belulangnya tidak setebal dan sekompak Homo erectus. Hal ini mengindikasikan bahwa secara fisik Homo sapiens jauh lebih lemah dibanding sang pendahulu tersebut. Di lain pihak, ciri-ciri morfologis maupun biometriks Homo sapiens menunjukkan karakter yang lebih berevolusi dan lebih modern dibandingkan dengan Homo erectus. Sebagai misal, karakter evolutif yang paling signifikan adalah bertambahnya kapasitas otak. Homo sapiens mempunyai kapasitas otak yang jauh lebih besar (rata-rata 1.400 cc), dengan atap tengkorak yang jauh lebih bundar dan lebih tinggi dibandingkan dengan Homo erectus yang mempunyai tengkorak panjang dan rendah, dengan kapasitas otak 1.000 cc. Segi-segi morfologis dan tingkatan kepurbaannya menunjukkan ada perbedaan Gambar 1.12 Evolusi manusia Sumber : Harry Widianto dan Truman Simanjuntak. 2011. Sangiran Menjawab Dunia (Edisi Khusus). Jawa Tengah: Balai Pelastarian Situs Manusia Purba Sangiran. Sumber : Harry Widianto dan Truman Simanjuntak. 2011. Sangiran Menjawab Dunia (Edisi Khusus). Jawa Tengah: Balai Pelastarian Situs Manusia Purba Sangiran. Gambar 1.13 Rekonstruksi tengkorak Homo erectus 26 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi Semester 1 yang sangat nyata antara kedua spesies dalam genus Homo tersebut. Homo sapiens akhirnya tampil sebagai spesies yang sangat tangguh dalam beradaptasi dengan lingkungannya, dan dengan cepat menghuni berbagai permukaan dunia ini. Berdasarkan bukti-bukti penemuan, sejauh ini manusia modern awal di Kepulauan Indonesia dan Asia Tenggara paling tidak telah hadir sejak 45.000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, kehidupan manusia modern ini dapat dikelompokkan dalam tiga tahap, yaitu (i) kehidupan manusia modern awal yang kehadirannya hingga akhir zaman es (sekitar 12.000 tahun lalu), kemudian dilanjutkan oleh (ii) kehidupan manusia modern yang lebih belakangan, dan berdasarkan karakter fisiknya dikenal sebagai ras Austromelanesoid. (iii) mulai di sekitar 4000 tahun lalu muncul penghuni baru di Kepulauan Indonesia yang dikenal sebagai penutur bahasa Austronesia. Berdasarkan karakter fisiknya, makhluk manusia ini tergolong dalam ras Mongolid. Ras inilah yang kemudian berkembang hingga menjadi bangsa Indonesia sekarang. Beberapa spesimen (penggolongan) manusia Homo sapiens dapat dikelompokkan sebagai berikut, a. Manusia Wajak Manusia Wajak (Homo wajakensis) merupakan satu-satunya temuan di Indonesia yang untuk sementara dapat disejajarkan perkembangannya dengan manusia modern awal dari akhir Kala Pleistosen. Pada tahun 1889, manusia Wajak ditemukan oleh B.D. van Rietschoten di sebuah ceruk di lereng pegunungan karst di barat laut Campurdarat, dekat Tulungagung, Jawa Timur. Sartono Kartodirjo (dkk) menguraikan tentang temuan itu, berupa tengkorak, termasuk Sumber : Harry Widianto dan Truman Simanjuntak. 2011. Sangiran Menjawab Dunia (Edisi Khusus). Jawa Tengah: Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Gambar 1.14 Fosil manusia wajak Semester 1 Sejarah Indonesia 27 fragmen rahang bawah, dan beberapa buah ruas leher. Temuan Wajak itu adalah Homo sapiens. Mukanya datar dan lebar, akar hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol sedikit. Dahinya agak miring dan di atas matanya ada busur kening nyata. Tengkorak ini diperkirakan milik seorang perempuan berumur 30 tahun dan mempunyai volume otak 1.630 cc. Wajak kedua ditemukan oleh Dubois pada tahun 1890 di tempat yang sama. Temuan berupa fragmen-fragmen tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kering. Pada tengkorak ini terlihat juga busur kening yang nyata. Pada tengkorak laki-laki perlekatan otot sangat nyata. Langit-langit juga dalam. Rahang bawah besar dengan gigi-gigi yang besar pula. Kalau menutup gigi muka atas mengenai gigi muka bawah. Dari tulang pahanya dapat diketahui bahwa tinggi tubuhnya kira-kira 173 cm. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manusia wajak bertubuh tinggi dengan isi tengkorak yang besar. Wajak sudah termasuk Homo sapiens, jadi sangat berbeda ciri-cirinya dengan Pithecanthropus. Manusia Wajak mempunyai ciri-ciri baik Mongoloid maupun Austromelanesoid. Diperkirakan dari manusia Wajak inilah sub-ras Melayu Indonesia dan turut pula berevolusi menjadi ras Austromelanesoid sekarang. Hal itu dapat dilihat dari ciri tengkoraknya yang sedang atau agak lonjong itu berbentuk agak persegi di tengah-tengah atap tengkoraknya dari muka ke belakang. Muka cenderung lebih Mongoloid, oleh karena sangat datar dan pipinya sangat menonjol ke samping. Beberapa ciri lain juga memperlihatkan ciri-ciri ke dua ras di atas. Temuan Wajak menunjukkan pada kita bahwa sekitar 40.000 tahun yang lalu Indonesia sudah didiami oleh Homo sapiens yang rasnya sukar dicocokkan dengan ras-ras pokok yang terdapat sekarang, sehingga manusia Wajak dapat dianggap sebagai suatu ras tersendiri. Manusia Wajak tidak langsung berevolusi dari Pithecanthropus, tetapi mungkin tahapan Homo neanderthalensis yang belum ditemukan di Indonesia ataupun dari Homo neanderthalensis di tempat Pithecanthropus erectus ataupun 28 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi Semester 1 satu ras yang mungkin berevolusi ke arah Homo yang ditemukan di Indonesia. Manusia Wajak itu tidak hanya mendiami Kepulauan Indonesia bagian Barat saja, akan tetapi juga di sebagian Kepulauan Indonesia bagian Timur. Ras Wajak ini merupakan penduduk Homo sapiens yang kemudian menurunkan ras-ras yang kemudian kita kenal sekarang. Melihat ciri-ciri Mongoloidnya lebih banyak, maka ia lebih dekat dengan sub-ras Melayu-Indonesia. Hubungannya dengan ras Australoid dan Melanesoid sekarang lebih jauh, oleh karena kedua sub-ras ini baru mencapai bentuknya yang sekarang di tempatnya yang baru. tetapi memang mungkin juga bahwa ras Austromelanesoid yang dahulu berasal dari ras Wajak. b. Manusia Liang Bua Pengumuman tentang penemuan manusia Homo floresiensis tahun 2004 menggemparkan dunia ilmu pengetahuan. Sisa-sisa manusia ditemukan di sebuah gua Liang Bua oleh tim peneliti gabungan Indonesia dan Australia. Sebuah gua permukiman prasejarah di Flores. Liang Bua bila diartikan secara harfiah merupakan sebuah gua yang dingin. Sebuah gua yang sangat lebar dan tinggi dengan permukaan tanah yang datar, merupakan tempat bermukim yang nyaman bagi manusia pada masa pra-aksara. Hal itu bisa dilihat dari kondisi lingkungan sekitar gua yang sangat indah, yang berada di sekitar bukit dengan kondisi tanah yang datar di depannya. Liang Bua merupakan sebuah temuan manusia modern awal dari akhir masa Pleistosen di Indonesia yang menakjubkan yang diharapkan dapat menyibak asal usul manusia di Kepulauan Indonesia. Manusia Liang Bua ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood pada bulan September 2003 lalu. Temuan itu dianggap sebagai penemuan spesies baru yang kemudian diberi nama Homo floresiensis, sesuai dengan tempat ditemukannya fosil Manusia Liang Bua. Semester 1 Sejarah Indonesia 29 Pada tahun 1950-an, sebenarnya Manusia Liang Bua telah memberikan data-data tentang adanya kehidupan pra-aksara. Saat Th. Verhoeven lebih dahulu menemukan beberapa fragmen tulang manusia di Liang Bua, ia menemukan tulang iga yang berasosiasi dengan berbagai alat serpih dan gerabah. Tahun 1965, ditemukan tujuh buah rangka manusia beserta beberapa bekal kubur yang antara lain berupa beliung dan barang-barang gerabah.Diperkirakan Liang Bua merupakan sebuah situs neolitik dan paleometalik. Manusia Liang Bua mempunyai ciri tengkorak yang panjang dan rendah, berukuran kecil, dengan volume otak 380 cc. Kapasitas kranial tersebut berada jauh di bawah Homo erectus (1.000 cc), manusia modern Homo sapiens (1.400 cc), dan bahkan berada di bawah volume otak simpanse (450 cc). Pada tahun 1970, R.P Soejono dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melanjutkan penelitian beberapa kerangka manusia yang ditemukan di lapisan atas, temuan itu sebanding dengan temuantemuan rangka manusia sebelumnya. Hasil temuan itu menunjukkan bahwa Manusia Liang Bua secara kronologis menunjukkan hunian dari fase zaman Paleolitik, Mesolitik, Neolitik, dan Paleolitik. Sumber : Direktorat Geografi Sejarah. 2009. Atlas Prasejarah Indonesia Masa Islam, Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Gambar 1.15 Fosil Tengkorak Manusia Purba Flores Sumber : Direktorat Geografi Sejarah. 2009. Atlas Prasejarah Indonesia Masa Islam, Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Gambar 1.16 Fosil Geraham Flores 30 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi Semester 1 Menurut Teuku Jacob, Manusia Liang Bua secara kultural berada dalam konteks zaman Mesolitik, dengan ciri Australomelanesid, yaitu bentuk tengkorak yang memanjang. Tahun 2003 diadakan penggalian oleh R.P. Soejono dan Mike J. Morwood, bekerjasama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dengan University of New England, Australia. Penggalian itu menghasilkan temuan berupa sisa manusia tidak kurang dari enam individu yang menunjukkan aspek morfologis dan postur yang sejenis dengan Liang Bua 1, yang mempunyai kesamaan dengan alat-alat batu dan sisa-sisa binatang komodo dan spesies kerdil gajah purba jenis stegodon. Temuan itu sempat menjadi bahan perdebatan mengenai status taksonominua, benarkah Manusia Liang Bua itu termasuk dalam spesies baru, yaitu Homo florensiensis, atau sebagai satu jenis spesies yang telah ada di kalangan genus Homo? Dalam pengamatan yang lebih mendalam terhadap manusia Flores itu, ternyata ada percampuran antara karakter kranial yang cukup menonjol antara karakter Homo erectus dan Homo sapiens. Seluruh karakter kranio-fasial dari Manusia Liang Bua 1 (LB1) dan Liang Bua 6 (LB6) menunjukkan dominasi karakter arkaik yang sering ditemukan pada Homo erectus, walaupun beberapa aspek modern Homo sapiens juga sangat terlihat jelas. Namun demikian, karakter Homo sapiens hendaknya dilihat sebagai atribut tingkatan evolusi dalam spesies ini. Bila dikaitkan dengan masa hidup Manusia Liang Bua sekitar 18.000 tahun yang lalu, maka LB 1 dan LB 6 seharusnya dipandang sebagai satu dari variasi Homo sapiens

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia


Kolonialisme dan imperialisme di Indonesia
Kolonialisme Imperialisme
Latar belakang 
Kisah kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tahun 1945 tidak lepas dari campur tangan bangsa-bangsa Eropa yang pernah datang ke Indonesia.Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah dicari bangsa Eropa karena manfaatnya sebagai penghangat dan bisa dijadikan pengawet makanan. Selain karena harganya yang mahal, memiliki rempah-rempah juga menjadi simbol kejayaan seorang raja pada saat itu. Dari faktor-faktor itu, banyak Bangsa Eropa yang berusaha untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah, salah satunya Indonesia.

hal-hal yang mendorong kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia :
  1. jatuhnya kota Konstantinopel ketangan Turki Usmani
  2. Gold (kekayaan), Glory (Kejayaan), dan Gospel (misi agama kristen)
  3. Kisah perjalanan Marco Polo ke dunia timur
  4. penemuan Chopernicus tentang bumi itu bulat yang didukung oleh Galileo Galilei
  5. penemuan Ilmu Pengetahuan dan teknologi (kompas)
  6. Semangat Reconquesta (semangat balas dendam terhada umat islam dimanapun yang dijumpai)

Portugis
Bartholomeus Diaz melakukan penjelajahan samudra dan sampai di Tanjung Harapan, Afrika Selatan, pada 1488. Penjelajahan lalu diteruskan Vasco da Gama yang sampai di Gowa (India) pada 1498, lalu pulang ke Lisboa, Portugal, dengan membawa rempah-rempah. Portugis pun semakin gigih dalam mencari sumber rempah-rempah. Untuk itu, Portugis melanjutkan ekspedisi ke timur yang dipimpin Alfonso d’Albuquerque untuk menguasai Malaka. Ia berhasil menguasai Malaka sebagai pusat perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara pada 10 Agustus 1511.

Spanyol
Orang Spanyol yang pertama kali melakukan penjelajahan samudra adalah Christopher Columbus. Ia berlayar ke arah barat melewati Samudra Atlantik sesuai Perjanjian Tordesillas menuju India sekitar tahun 1492-1502. Ternyata ada kesalahan, karena sebenarnya ia sampai di benua Amerika; yang ia pikir adalah India. Penjelajahan berikutnya dilakukan Magelhaens dari Spanyol ke barat daya melintasi Samudra Atlantik sampai di ujung selatan Amerika, kemudian melewati Samudera Pasifik dan mendarat di Filipina pada tahun 1521. Pelayaran Magelhaens berpengaruh bagi dunia ilmu pengetahuan karena dirinya berhasil membuktikan bahwa bumi itu bulat. Penjelajahan Magelhaens kemudian dilanjutkan Sebastian del Cano. Pada 1521, Sebastian del Cano berhasil berlabuh di Tidore, namun kedatangan mereka dianggap melanggar Perjanjian Tordesillas. Untuk menyelesaikan permasalahan keduanya, Portugis dan Spanyol melakukan Perjanjian Saragosa pada 1529.

Belanda
Pada 1596, Cornelis de Houtman berhasil mendarat di Banten. Sikap Belanda yang kurang ramah dan berusaha memonopoli perdagangan di Banten membuat Sultan Banten saat itu marah. Akibatnya, ekspedisi ini terbilang gagal. Sekitar 1598-1600, pedagang Belanda mulai berdatangan kembali. Kedatangannya kali ini dipimpin Jacob van Neck. Ia berhasil mendarat di Maluku dan membawa rempah-rempah. Keberhasilan van Neck menyebabkan semakin banyak pedagang Belanda datang ke Indonesia.

Inggris
Masuknya bangsa Inggris ke Indonesia juga bertujuan mencari rempah-rempah. Tokoh penjelajahnya adalah Sir Henry Middleton dan James Cook. Henry Middleton mulai menjelajah di tahun 1604 dari Inggris menyusuri perairan Cabo da Roca (Portugal) dan Pulau Canary. Henry Middleton lanjut menuju perairan Afrika Selatan hingga Samudra Hindia. Ia sampai di Sumatra, lalu menuju Banten di akhir 1604. Ia berlayar ke Ambon (1605) lalu ke Ternate serta Tidore dan mendapat rempah-rempah, seperti lada dan cengkeh. Sedangkan ada James Cook sampai ke Batavia tahun 1770, setelah dari Australia.

PERKEMBANGAN KEKUASAAN BANGSA EROPA DI INDONESIA 

Di antara bangsa-bangsa tersebut, Belanda merupakan negara yang cukup lama berada di Indonesia. Hingga akhirnya mereka membuat perusahaan dagang di Indonesia. Meski telah bangkrut, sampai sekarang, perusahaan ini tercatat sebagai salah satu perusahaan terkaya di dunia lho. Ada yang bisa menebak nama perusahaannya?
Vereenigde Oostindische Compagnie atau lebih dikenal dengan VOC merupakan perusahaan dagang tersebut. VOC didirikan pada 20 Maret 1602 oleh Johan van Oldenbarnevelt. Kepemimpinannya dipegang oleh 17 orang pemegang saham (Heeren Zeventien) yang berkedudukan di Amsterdam. Tujuan pembentukannya adalah:
(1) menghindari persaingan sesama pedagang Belanda.
(2) Memperkuat Belanda dalam persaingan dengan Bangsa Eropa lain.
(3) Memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia.

Keberadaan VOC tidak hanya sebagai kongsi dagang, namun juga menjadi kekuatan politik. VOC memiliki hak octrooi, yaitu monopoli perdagangan, mencetak mata uang sendiri, mengadakan perjanjian, menyatakan perang dengan negara lain, menjalankan kekuasaan kehakiman, memungut pajak, memiliki angkatan perang, dan mendirikan benteng. VOC pun memiliki beberapa kebijakan, yaitu:
1. Contingenten: pajak wajib berupa hasil bumi yang langsung dibayarkan ke VOC.
2. Verplichte leverantie: penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditentukan VOC. Kebijakan ini berlaku di daerah jajahan yang tidak secara langsung dikuasai VOC, misalnya Kesultanan Mataram.
3. Ekstirpasi: menebang kelebihan jumlah tanaman agar produksinya tidak berlebihan sehingga harga dapat dipertahankan.
4. Pelayaran hongi: Pelayaran dengan perahu kora-kora untuk memantau penanaman dan perdagangan rempah-rempah oleh petani.

Pada tahun 1799, VOC bangkrut karena pegawai VOC banyak yang melakukan korupsi, menanggung utang akibat perang, dan kemerosotan moral para pegawai. Dengan dibubarkannya VOC, maka kekuasaannya di Indonesia kemudian diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda yang saat itu dikuasai Perancis.

PEREBUTAN POLITIK HEGEMONI BANGSA EROPA DI INDONESIA

Masa Pemerintahan Republik Bataaf
Kerajaan Belanda dipimpin Louis Napoleon, yang merupakan adik Napoleon Bonaparte, mengangkat Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada tahun 1808 untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris. Tugas lainnya adalah memperbaiki nasib rakyat selaras dengan cita-cita Revolusi Perancis. 
Adapun kebijakan Daendels adalah:

Sisi negatif pemerintahan Daendels adalah membiarkan terus praktik perbudakan serta hubungan dengan raja-raja di Jawa yang buruk, sehingga menimbulkan banyak perlawanan. Daendels ditarik ke Eropa, lalu digantikan Gubernur Jenderal Janssens pada tahun 1811. Masa pemerintahannya tidak lama, karena pasukan Inggris datang menyerang. Janssens dan pasukannya menyerah dengan ditandatanganinya Perjanjian Tuntang, sehingga selanjutnya Nusantara berada di bawah kekuasaan Inggris.

Masa Pemerintahan Inggris
Pada 1811, pimpinan Inggris di India, Lord Minto, memerintahkan Thomas Stamford Rafflesyang berada di Penang untuk menguasai Pulau Jawa. Penjajahan bangsa Inggris tidak berlangsung lama. Sejak 1816 Inggris menyerahkan kembali kekuasaannya kepada Belanda. Indonesia kembali berada di bawah kekuasaan Belanda.

Kebiajakan Rafles :
Masa Pemerintahan Belanda
Van der Capellen ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal, menerapkan kebijakan dalam menghapuskan peran penguasa tradisional, menerapkan pajak yang memberatkan rakyat, sehingga muncul banyak perlawanan dari rakyat. Belanda juga mengutus Johannes van den Bosch untuk meningkatkan penerimaan negara Belanda yang kosong akibat perang dengan masyarakat Nusantara dan Bangsa Eropa lainnya.
Van den Bosch memberlakukan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) sejak tahun 1830. Penerapan cultuur stelsel banyak mengalami penyimpangan, seperti waktu tanam yang melebihi usia tanam padi, tanah yang seharusnya bebas pajak tetap kena pajak, hingga rakyat harus menyediakan sampai setengah tanahnya. Meski begitu, Tanam Paksa juga berdampak positif karena rakyat Indonesia mengetahui jenis-jenis tanaman baru dan mengetahui cara tanam yang baik.

Peraturan Tanam Paksa :

Pada tahun 1870 Tanam Paksa dihapus dan diganti Politik Pintu Terbuka yang tertuang dalam UU Agraria 1870 yang mengatur tentang kepemilikan tanah pribumi dan pemerintah. Di sini, mulai diberlakukan politik pintu terbuka, investor asing mulai muncul, terjadi pengembangan usaha perkebunan di luar Jawa, dan sistem kerja paksa diganti dengan sistem kerja bebas.

Perkembangan Agama Kristen
Agama Katolik dibawa oleh kaum misionaris Portugis, salah satunya St. Fransiskus Xaverius (1506-1552) yang mengunjungi Ambon, Ternate dan Halmahera pada tahun 1546-1547. Selain Portugis, Belanda juga menyebarkan agama Protestan oleh Ludwig Ingwer Nommensen. Ia berhasil melakukan kristenisasi di Sumatera Utara. Hingga kini, Protestan merupakan agama yang dominan di Provinsi Sumatera Utara.

Kamis, 11 Juli 2019

FESTIVAL BIAK MUNARA WAMPASI 2019

FESTIVAL BIAK MUNARA WAMPASI 1-6 JULI 2019


Biak Munara wampasi
Biak Munara Wampasi merupakan serangkaian acara yang digelar di Kabupaten Biak Numfor dan terdiri dari beberapa rangkaian, antara lain snap mor (menangkap ikan di air laut surut/meti), apen beyeren (berjalan kaki di atas batu panas), lari Biak 10 km, perjalanan kapal pesiar ke objek wisata, pameran anggrek dan budaya, hiburan band, kesenian dan tari khas Biak.
Festival BMW VII 2019 akan digelar di Kabupaten Biak Numfor, dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata.Tahun ini Festival BMW lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Jika dulu hanya berlangsung selama 4 hari, sekarang akan berlangsung selama 6 hari.
Ketua Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty menuturkan, Biak mempunyai seni dan kebudayaan yang beragam. Antara lain snap mor atau menangkap ikan di air laut surut, dan apen beyeren atau berjalan kaki di atas batu panas. Budaya unik masyarakat Biak ini rencananya juga akan ditampilkan pada Festival Biak Munara Wampasi 2019.
Sejumlah kegiatan juga telah dipersiapkan, antara lain konser musik tradisional, lomba mancing, diving, parade wairon, parade wor dan yospan, serta pesona kuliner dengan acara makan papeda, keladi dan ikan
Festival budaya yang di ada di kabupaten Biak Numfor ini sekaligus bertujuan untuk menjaga kearifan lokal, budaya dan tradisi di kabupaten Biak Numfor khususnya dan papua pada umumnya. mudah-mudahan festival ini di bahas dalam workshop Sagusablog satu guru satu blog dan workshop "Ikatan Guru Indonesia"



Oleh-oleh khas Biak

Oleh-oleh Makanan Khas Biak


Kripik Keladi Biak
ikan asar



Kripik Keladi BiakKripik Keladi Rp. 20.000,-




ikan asar






Oleh-oleh Khas Biak 




Ikan Asar Rp.50.000, - Rp. 150.000,-





  Minat Hubungi No. Wa/TG 081248150750
Abon Ikan

Abon Ikan Rp 75.000,-

Kerajinan Tangan Masyarakat Biak Numfor



Kerajinan Biak (Tas, Kalung, Topi Bulu Kaswari)


Kerajinan masyarakat Kab. Biak Numfor 


Setiap fertival Biak Munara Wampasi maka banyak kerajinan-kerajinan yang dibuat oleh industri rumah tangga yang dijual di stand-stand Biak munara wampasi. kerajinan-kerajinan ini hampir semua merupakan daur ulang seperti terlihat di gambar diatas. sentra kerajinn tangan ini sebagian besar berada di Kecamatan Biak timur.
  1. kalung dari kerang yang diukir berbentuk burung cenderawasih (Rp. 75.000)
  2. kalung dari biji-bijian dan kayu (Rp. 40.000)
  3. topi dari bulu burung kaswari (Rp. 200.000
  4. topi dari bulu ayam dan burung yang diberi warna (Rp. 100.000)
  5. tas-tas canti dari daur ulang tempurung dan biji-bijian size sedang Rp. 300.000 size kecil Rp.250.000
Baju Rok tradisional Biak
Topi Bulu Tradisional Biak
Rok tradisional Biak Rp. 200.000 (size besar) Rp. 150.000 (size kecil)


Berminat!
Hubungi No. WA / telegram 081248150750








RPP SEJARAH INDONESIA KELAS XI

RENCANA PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS XI KURIKULUM 2013

Wisuda SMA Negeri 1 Biak Kota 2019 (XII IPS 1)

Wisuda SMA Negeri 1 Biak

Simposium GASI Jogyakarta

LPMP Jogyakarta

Dewan Guru SMA Negeri 1 Biak Kota

Guru -Guru SMA Negeri 1 Biak Kota

Senin, 08 Juli 2019

Guru-Guru Smansa

Guru-guru SMANSA Biak Kota

RPP XII (Bentuk-bentuk Pergolakan dalam Negeri)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS XII

Senin, 01 Juli 2019

Munara Wampasi Biak



RANGKAIAN KEGIATAN BIAK MUNARA WAMPASI ...

Munara Wampasi

Munara Wampasi