Simposium AGSI 22-24 Jogyakarta

Para Penari dari siswa siswi Jogyakarta

Dewan Guru SMANSA Biak Kota

Seluruh Bapak Ibu Guru SMA Negeri 1 Biak Kota dan Staf TU

Wisuda SMANSA Biak Kota di Gedung Tongkonan Toraja

Foto Bersama Siswa Siswi Kelas XII IPS 1

Sabtu, 04 Mei 2019

Pendaftaran VCT SEAMEO Bacht 4

VC Bali, NTB, 

NTT, Papua Barat 

dan Papua

Selamat Datang,

Era revolusi industri 4.0 membawa dampak pada dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital dalam dalam proses pembelajaran, penyelesaian berbagai tugas, dan peningkatan kompetensi guru, tak bisa lepas dari arus perkembangan informasi dan teknologi. Menghadapi tantangan tersebut, guru sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan dituntut untuk siap berubah dan beradaptasi. Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 4 merupakan kegiatan dari SEAMEO hadir kembali menyapa guru dan siapa pun yang ingin belajar dan mengikuti perkembangan yang ada. Dengan mengikuti kegiatan pelatihan VCT Batch 4 kita akan tergabung dalam sebuah sistem pelatihan online menggunakan aplikasi webex tanpa batas ruang dan waktu.
Apa yang akan dipelajari dalam pelatihan VCT?
✅ Membuat pendaftaran online, flyer digital, dan presensi online.
✅ Teknik menulis narasi kegiatan yang menarik.
✅Mengkreasi dan mengelola room webex.
✅Menjadi Presenter, Host dan Moderator
✅ Merekam dan mengupload kegiatan pelatihan pada chanel you tube.
Apa syarat mengikuti kegiatan pelatihan VCT?
✅ Mempunyai kemauan untuk belajar dan berbagi.
✅ Memiliki laptop/tablet/ HP android.
✅ Ada jaringan internet yang stabil.
✅ Bisa mengakses internet.
Apa yang akan didapatkan setelah lulus dalam pelatihan VCT?
✅ Mampu mengelola room webex untuk menunjang proses pembelajaran dan kepentingan tugas yang lain.
✅ Mendapatkan wawasan, ilmu, dan pengetahuan baru dari peserta pelatihan yang lain melalui kegiatan presentasi dalam room webex.
✅ Mendapatkan sertifikat lulus dari SEAMEO 39 JP
✅ Mendapatkan kesempatan menjadi instruktur pelatihan VCT selanjutnya.

Pastikan pada smartphone/HP anda memiliki aplikasi "Telegram



By srikandi2@gmail.com
SMA N 1 Biak, Papua 



 Landasan


Virtual Coordinator 


Training


LATAR BELAKANG

Perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri dunia keempat dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas (borderless) dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas (unlimited), karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta pendidikan.
Tantangan terbesar Indonesia dalam menghadapi Industri 4.0 adalah kesenjangan digital yang masih tinggi akibat minimnya pengetahuan sumber daya manusia dalam mengoptimalkan teknologi digital dan infrastruktur. Tantangan revolusi industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pendidikan agar mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global. Langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan para pengambil keputusan dalam mengantisipasi perubahan dunia yang kini telah dikuasai perangkat digital.
Ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu:
  1. Persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek technological literacy dan human literacy.
  2. Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), sehingga mengurangi intensitas pertemuan guru dan siswa. PJJ ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan yang berkualitas.
  3. Persiapan sumber daya manusia khususnya guru yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan dan inovasi.
  4. Terobosan dalam inovasi dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan oleh P4TK dan LPMP.
  5. Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.
Kemajuan suatu negara untuk mengejar ketertinggalan sangat tergantung pada tiga faktor yakni pendidikan, kualitas institusi dan kesediaan infrastruktur. Terkait ‘disruptive technology’, dunia pendidikan menjadi garis depan di era digital. Pendidikan di Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pendidikan di Indonesia juga harus mampu merespon kebutuhan masyarakat yang saat ini sudah banyak melakukan kegiatan pembelajaran secara online, sehingga lembaga institusi tidak ditinggalkan atau harus tutup. Dunia cepat berubah, kita harus mampu cepat adaptif dengan tetap menjaga karakter Indonesia,
Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dibutuhkan pemanfaatan ICT modern dengan mengakomodir jumlah peserta yang masif, dan efisiensi ekonomi dalam pelaksanaannya,”. Dalam rangka mempercepat arus pemanfaatan ICT modern itu diperlukan virtual assistance atau asisten virtual yang dapat menyelenggarakan pelatihan online, khususnya melalui platform WebEx. Dengan virtual assistance atau asisten virtual diharapkan diseminasi informasi dari pusat dapat cepat sampai di daerah atau dapat mudah berbagi praktik terbaik yang menjadi bagian dari pelatihan online dalam bentuk program pelatihan. Job desk dari seorang virtual assistance mencakup promosi, pendaftaran, sesi hosting atau moderasi, dan pembuatan sertifikat, sementara narasumber bias dibawakan oleh pakar dari institusi penyelenggara pelatihan yang berkolaborasi dengan lembaga eksternal untuk berbagi pengetahuan dan informasi.

TUJUAN

SEAMEO Online Virtual Coordiator Program bertujuan untuk:
  1. Meningkatkan kemampuan guru Indonesia dalam memberikan kursus online; khususnya melalui platform
  2. Memperkenalkan seluruh proses kerja kelas online, serta untuk berbagi praktik terbaik bagian dari pelatihan online dalam bentuk program.

TEMPAT DAN WAKTU

Pelatihan berlangsung secara tentatif dengan perkiraan waktu 2 bulan. Sesi kegiatan berlangsung dalam jaringan melalui video conference dengan platform webex, diawali tatap muka 1x untuk mekanisme dan teknis pelaksanaan