Jumat, 16 April 2021

Polemic Sosialisasi Draf Penyederhanaan Kurikulum oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan



Beredarnya Sosialisasi draf penyederhanaan Kurikulum dan Assesmen Nasional (AS) pada tanggal 25 Agustus 2020 oleh Kemendikbud menuai pertanyaan dari berbagai kalangan terutama akademisi dan pendidik. Bagaimana tidak, Mata pelajaran Sejarah ditempatkan sebagai mata pelajaran pilihan di Sekolah Menengah Atas dan lebih parahnya lagi pelajaran sejarah di sekolah kejuruan direncanakan akan dihilangkan. 

Menurut Said Hamid Guru Besar Pendidikan Sejarah UPI yang juga TIM pengembang Kurikulum 2013 mengatakan bahwa sulit dipahami jika di jenjang SMA (pelajaran) Sejarah menjadi pilihan. Apabila sejarah ditempatkan sebagai mata pelajaran pilihan seperti di Singapura, orang bisa tidak pernah belajar sejarah. Pelajaran sejarah di SMA merupakan kesempatan siswa untuk mengenal bangsanya lebih jauh. 

Asosiasi Guru Sejarah Indonesia pun turut angkat bicara. Presiden ASGI Sumardiansyah Kusuma yang juga TIM penyederhanaan Kurikulum mengatakan bahwa pelajaran sejarah tidak terpaku pada masa lalu saja, tetapi lebih jauh dari itu pelajaran sejarah mendorong proses berpikir tingkat tinggi. Hal ini dilakukan dengan merekonstruksi masa lalu yang abstrak kedalam konteks masa kini. Sejarah merupakan referensi bagi kehidupan, panduan dalam menentukan arah bangsa. Oleh karena itu, AGSI sangat tidak setuju jika mata pelajaran sejarah menjadi pilihan di SMA dan dihilangkan di SMK.Dengan melakukan siaran pers Nomor :92/SIPRES/09/AGSI/2020 yang berisi tentang respon 


1 komentar: