Belajar dari Filosofi Pendidikan KHD
Pendidikan
adalah tempat bersemayamnya benih-benih kebudayaan. Ada
konektivitas antara pendidikan dengan kebudayaan. Untuk mewujudkan
kebudayaan yang kita cita-citakan atau peradaban yang kita dambakan, pendidikan
adalah pondasinya. Pekerjaan dalam Pendidikan bukan sekedar soal anak
pergi kesekolah, ujian dengan nilai baik dan sebagainya tetapi pekerjaan
untuk menjemput kebudayaan yang kita cita-citakan, dengan kata lain ini
pekerjaan untuk membentuk peradaban.
Inti
dari filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah perubahan. kebudayaan
tidak boleh statis harus bergerak dalam upaya memelihara kebudayaan bagi
ki hajar harus terus bergerak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat
zamannya. pendidikan juga sama tidak boleh statis, pendidikan harus
bergerak sesuai zamannya. Dalam kebudayaan tidak ada yang sama, dan tidak
bisa disamakan, ketika terjadi pertukaran kebudayaan bukan untuk disamakan
tapi untuk menguatkan identitas dari masing-masing kebudayaan. Dalam
filosofi ki Hajar sumbunya kebudayaan adalah Nilai-nilai kemanusiaan. Esensinya menurut ki Hajar adalah nilai-nilai kemanusian dan ini berlaku
baik itu di Indonesia maupun negara-negara didunia. Pendidikan pun juga
sama, anak tidak pernah ada yang sama, fitra dari penciptaan dari Yang
maha kuasa adalah keberagaman. Menurut Ki Hajar Dewantara, biarkanlah anak memiliki
keunikannya sendiri-sendiri. Ibarat planet yang bergerak dengan
kecepatannya masing-masing dan ini bergerak sesuai kecepatanya masing
masing sesuai orbitnya masing-masing, semua bergerak sesuai dengan
sumbu yang sudah diatur begitu juga dengan anak, semua tidak bisa di
paksakkan.
Relevansi
pemikiran-pemikiran Ki Hajar terhadapTransformasi pendidikan sekarang.
Filosofi Ki Hajar adalah Filosofi
perubahan dan dalam hal ini ada 3 kerangka perubahan Ki Hajar,
pertama Kodrat
keadaan dimana kodrat keadaan ini ada 2 yaitu kodrat alam (menyangkut alam, tempat
dimana masyarakat itu berada) yang membentuk sebuah kebudayaan kebiasaan
sebuah masyarakat dan kodrat zaman (masing-masing zaman memiliki tantangan
sendiri-sendiri); kedua, prinsip melakukan perubahan yang
mengacu pada asas trikon a. Kontinuitas (menjaga
nilai utama masyarakat), b. konvergensi (perubahan
yang kita lakukan harus menuju titik yang memperkuat nilai-nilai
kemanusiaan) pendidikan harus memanusiakan dan memperkuat kemanusiaan
kita, c. konsentris (walaupun menujupada nilai-nilai yang sama tetapi kita
tetap mengharagai keragaman yang ada. karena itu pendidikan harus
mengharagai keunikan karena itu juga pendidikan harus memerdekakan. ketiga
, apa yang berubah yaitu Budi Pekerti, Budi itu cipta (pikiran), rasa
(perasaan) dan karsa (kemauan) dan pekerti itu raga / tenaga. Dalam
filosofi pendidikan Ki Hajar ketiga hal tersebut harus seimbang dalam
perubahan. Ada olah cipta menajamkan pikiran, olah rasa mengaluskan
perasaan dan olah karsa memperkuat kemauan dan olag raga menyehatkan
jasmani, sehingga pendidikan itunharus holistik. seimbang tidak bisa
timpang dan ini akan membawa pada ksempurnaan budi pekerti yang membawa
pada kebijaksanaan.
Pemahaman saya terkait dengan pendidikan yang memerdekakan adalah pendidikan dimana anak dapat belajar bersama
diberikan kesempatan untuk menemukan dan menentukan tujuan belajarnya
sesuai kodrat mereka. Tujuan belajar setiap anak harus kontekstual
dengan jati dirinya dan kondisi lingkungannya serta masyarakat tempatnya
berada. Pendidikan yang memerdekakan memberikan ruang yang
luas-luasnya kepada anak dan juga pendidik, anak yang diberikan ruang
kebebasan untuk mengeksplore segala apa yang dimilikinya dan yang ada
dilingkungan sekitar, diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk
mengembangkan pemikirannya untuk mencari solusi atau
masalah. Sedangkan dari segi guru, guru dapat mengembangkan ide-ide
pembelajarannya atau program-program-program kritisnya dengan tetap
mengacu pada Kurikulum yang berlaku serta prinsip humanis dan juga
memperhatikan hal serta keunikan anak. Pendidikan yang memerdekakan
juga merupakan pendidikan yang segala daya upaya untuk memerdekakan aspek
lahiriah dan batiniah manusia. Tujuan utama pendidikan adalah untuk
membentuk para peserta didik menjadi pribadi-pribadi yang berbudi pekerti
luhur. Dengan demikian, mereka mampu mengendalikan ego diri yang
sombong / pongah dan serakah, mampu menolak segala godaan yang
menjerumuskan kehidupan, dan senantiasa hidup secara beradab dalam
relalitas sosialnya. dan itu adalah hidup yang
berperikemanusiaan. Dengan demikian peradaban yang lahir dapat diisi
oleh orang-orang atau manusia-manusia yang memiliki budi pekerti yang
luhur, watak dan kakarakter yang baik.
Prinsip yang lebih saya yakini terkait dengan
pendidikan yang memerdekakan adalah prinsip keteladanan dan prinsip
kesedarajatan. Prinsip keteladanan mengapa saya yakini disini sebagai
pendidik harus menjadi teladan atau contoh terlebih dahulu di hadapan
siswa, jika guru menyuruh siswa untuk melakukan sesuatu yang baik tetapi kita sendiri sebagai guru tidak melakukan sama saja bohong. Dengan teladan-teladan baik yang
kita perlihatkan kepada siswa dapat memotivasi atau mendorong siswa untuk
mengikutinya atau menirunya. Sedangkan Prinsip kesedarajatan mengapa
juga saya yakini, karena dalam pendidikan yang memerdekakan kita
memberikan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center), pembelajaran yang sesuai dengan
kriteria dan keunikan peserta didik masing-masing. Dimana pembelajaran ditengah
lingkungan yang penuh dengan keanekaragaman dan multikultural harus
dilandasi dengan kesederajatan, artinya apa bahwa pandangan kita memandang keanekaragaman dan keunikan adalah sama berada pada kedudukannya. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan
tetapi perbedaan harus menjadi sumber kekuatan untuk membangun kolaborasi
& kerjasama dalam menciptakan inovasi-inovasi dan kreatifitas anak
serta guru menuju perubahan pendidikan yang jauh lebih baik dan tentunya Menjadi "Merdeka Belajar"








0 komentar:
Posting Komentar